Showing posts with label INFORMASI. Show all posts
Showing posts with label INFORMASI. Show all posts

Thursday, 29 September 2011

Gunung Tertinggi di Dunia


Gunung adalah sebuah bentuk di permukaan (dalam hal ini bumi) yang menonjol di atas daerah sekitarnya. Beberapa gunung biasanya membentuk gugusan atau barisan pegunungan. Tentu dari setiap gunung memiliki tinggi yang beragam. Berikut adalah daftar puncak gunung tertinggi di dunia yang dikutip dari situs Wikipedia :


  1. Everest, pegunungan Himalaya, Nepal/Tibet, 29,035 ft / 8,850 m.
  2. K2 (Godwin Austen), pegunungan Karakoram, Pakistan/Cina, 28,250 ft / 8,611 m.
  3. Kangchenjunga, pegunungan Himalaya, India/Nepal, 28,169 ft / 8,586 m.
  4. Lhotse I, pegunungan Himalaya, Nepal/Tibet, 27,940 ft / 8,516 m.
  5. Makalu I, pegunungan Himalaya, Nepal/Tibet, 27,766 ft / 8,463 m.
  6. Cho Oyu, pegunungan Himalaya, Nepal/Tibet, 26,864 ft / 8,188 m.
  7. Dhaulagiri, pegunungan Himalaya, Nepal, 26,795 ft / 8,167 m.
  8. Manaslu I, pegunungan Himalaya, Nepal, 26,781 ft / 8,163 m.
  9. Nanga Parbat, pegunungan Himalaya, Pakistan, 26,660 ft / 8,125 m.
  10. Annapurna, pegunungan Himalaya, Nepal, 26,545 ft / 8,091 m.
  11. Gasherbrum I, pegunungan Karakoram, Pakistan/Cina, 26,470 ft / 8,068 m.
  12. Puncak Broad, pegunungan Karakoram, Pakistan/Cina, 26,400 ft / 8,047 m.
  13. Gasherbrum II, pegunungan Karakoram, Pakistan/Cina, 26,360 ft / 8,035 m.
  14. Shishapangma (Gosainthan), pegunungan Himalaya, Tibet, 26,289 ft / 8,013 m.
  15. Annapurna II, pegunungan Himalaya, Nepal, 26,041 ft / 7,937 m.
  16. Gyachung Kang, pegunungan Himalaya, Nepal, 25,910 ft / 7,897 m.
  17. Distaghil Sar, pegunungan Karakoram, Pakistan, 25,858 ft / 7,882 m.
  18. Himalchuli, pegunungan Himalaya, Nepal, 25,801 ft / 7,864 m.
  19. Nuptse, pegunungan Himalaya, Nepal, 25,726 ft / 7,841 m.
  20. Nanda Devi, pegunungan Himalaya, India, 25,663 ft / 7,824 m.
  21. Masherbrum, pegunungan Karakoram, Kashmir, 25,660 ft / 7,821 m.
  22. Rakaposhi, pegunungan Karakoram, Pakistan, 25,551 ft / 7,788 m.
  23. Kanjut Sar, pegunungan Karakoram, Pakistan, 25,461 ft / 7,761 m.
  24. Kamet, pegunungan Himalaya, India/Tibet, 25,446 ft / 7,756 m.
  25. Namcha Barwa, pegunungan Himalaya, Tibet, 25,445 ft / 7,756 m.
  26. Gurla Mandhata, pegunungan Himalaya, Tibet, 25,355 ft / 7,728 m.
  27. Ulugh Muztagh, Kunlun, Tibet, 25,340 ft / 7,723 m.
  28. Kungur, Muztagh Ata, Cina, 25,325 ft / 7,719 m.
  29. Tirich Mir, Hindu Kush, Pakistan, 25,230 ft / 7,690 m.
  30. Saser Kangri, pegunungan Karakoram, India, 25,172 ft / 7,672 m.
  31. Makalu II, pegunungan Himalaya, Nepal, 25,120 ft / 7,657 m.
  32. Minya Konka (Gongga Shan), pegunungan Daxue, Cina, 24,900 ft / 7,590 m.
  33. Kula Kangri, pegunungan Himalaya, Bhutan, 24,783 ft / 7,554 m.
  34. Chang-tzu, pegunungan Himalaya, Tibet, 24,780 ft / 7,553 m.
  35. Muztagh Ata, pegununganMuztagh Ata, Cina, 24,757 ft / 7,546 m.
  36. Skyang Kangri, pegunungan Himalaya, Kashmir, 24,750 ft / 7,544 m.
  37. Puncak Ismail Samani (dulu Puncak Stalin dan Puncak Komunis), pegunungan Pamir Tajikistan, 24,590 ft / 7,495 m.
  38. Puncak Jongsong, pegunungan Himalaya, Nepal, 24,472 ft / 7,459 m.
  39. Puncak Pobeda, Tien Shan, Kyrgyzstan, 24,406 ft/ 7,439 m.
  40. Sia Kangri, pegunungan Himalaya, Kashmir, 24,350 ft / 7,422 m.
  41. Puncak Haramosh, pegunungan Karakoram, Pakistan, 24,270 ft / 7,397 m.
  42. Istoro Nal, pegunungan Hindu Kush, Pakistan, 24,240 ft / 7,388 m.
  43. Puncak Tent, pegunungan Himalaya, Nepal, 24,165 ft / 7,365 m.
  44. Chomo Lhari, pegunungan Himalaya, Tibet/Bhutan, 24,040 ft / 7,327 m.
  45. Chamlang, pegunungan Himalaya, Nepal, 24,012 ft / 7,319 m.
  46. Kabru, pegunungan Himalaya, Nepal, 24,002 ft / 7,316 m.
  47. Alung Gangri, pegunungan Himalaya, Tibet, 24,000 ft / 7,315 m.
  48. Baltoro Kangri, pegunungan Himalaya, Kashmir, 23,990 ft / 7,312 m.
  49. Muztagh Ata (K-5), pegununganKunlun, Cina, 23,890 ft / 7,282 m.
  50. Mana, pegunungan Himalaya, India, 23,860 ft / 7,273 m.
  51. Baruntse, pegunungan Himalaya, Nepal, 23,688 ft / 7,220 m.
  52. Puncak Nepal, pegunungan Himalaya, Nepal, 23,500 ft / 7,163 m.
  53. Amne Machin, pegununganKunlun, Cina, 23,490 ft / 7,160 m.
  54. Gauri Sankar, pegunungan Himalaya, Nepal/Tibet, 23,440 ft / 7,145 m.
  55. Badrinath, pegunungan Himalaya, India, 23,420 ft / 7,138 m.
  56. Nunkun, pegunungan Himalaya, Kashmir, 23,410 ft / 7,135 m.
  57. Puncak Lenin, pegunungan Pamir, Tajikistan/Kyrgyzstan, 23,405 ft / 7,134 m.
  58. Pyramid, pegunungan Himalaya, Nepal, 23,400 ft / 7,132 m.
  59. Api, pegunungan Himalaya, Nepal, 23,399 ft / 7,132 m.
  60. Pauhunri, pegunungan Himalaya, India/Cina, 23,385 ft / 7,128 m.
  61. Trisul, pegunungan Himalaya, India, 23,360 ft / 7,120 m.
  62. Puncak Korzhenevski, pegunungan Pamir, Tajikistan, 23,310 ft / 7,105 m.
  63. Kangto, pegunungan Himalaya, Tibet, 23,260 ft / 7,090 m.
  64. Nyainqentanglha, Nyainqentanglha Shan, Cina, 23,255 ft / 7,088 m.
  65. Trisuli, pegunungan Himalaya, India, 23,210 ft / 7,074 m.
  66. Dunagiri, pegunungan Himalaya, India, 23,184 ft / 7,066 m.
  67. Puncak Revolution, pegunungan Pamir, Tajikistan, 22,880 ft / 6,974 m.
  68. Aconcagua, pegunungan Andes, Argentina, 22,834 ft / 6,960 m.
  69. Ojos del Salado, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,664 ft / 6,908 m.
  70. Bonete, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,546 ft / 6,872 m.
  71. Ama Dablam, pegunungan Himalaya, Nepal, 22,494 ft / 6,856 m.
  72. Tupungato, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,310 ft / 6,800 m.
  73. Puncak Moscow, pegunungan Pamir, Tajikistan, 22,260 ft / 6,785 m.
  74. Pissis, pegunungan Andes, Argentina, 22,241 ft / 6,779 m.
  75. Mercedario, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,211 ft / 6,770 m.
  76. Huascarán, pegunungan Andes, Peru, 22,205 ft / 6,768 m.
  77. Llullaillaco, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,057 ft / 6,723 m.
  78. El Libertador, pegunungan Andes, Argentina, 22,047 ft / 6,720 m.
  79. Cachi, pegunungan Andes, Argentina, 22,047 ft / 6,720 m.
  80. Kailas, pegunungan Himalaya, Tibet, 22,027 ft / 6,714 m.
  81. Incahuasi, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 21,720 ft / 6,620 m.
  82. Yerupaja, pegunungan Andes, Peru, 21,709 ft / 6,617 m.
  83. Kurumda, pegunungan Pamir, Tajikistan, 21,686 ft / 6,610 m.
  84. Galan, pegunungan Andes, Argentina, 21,654 ft / 6,600 m.
  85. El Muerto, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 21,463 ft / 6,542 m.
  86. Sajama, pegunungan Andes, Bolivia, 21,391 ft / 6,520 m.
  87. Nacimiento, pegunungan Andes, Argentina, 21,302 ft / 6,493 m.
  88. Illampu, pegunungan Andes, Bolivia, 21,276 ft / 6,485 m.
  89. Illimani, pegunungan Andes, Bolivia, 21,201 ft / 6,462 m.
  90. Coropuna, pegunungan Andes, Peru, 21,083 ft / 6,426 m.
  91. Laudo, pegunungan Andes, Argentina, 20,997 ft / 6,400 m.
  92. Ancohuma, pegunungan Andes, Bolivia, 20,958 ft / 6,388 m.
  93. Cuzco, pegunungan Andes, Peru, 20,945 ft / 6,384 m.
  94. Ausangate (Toro), pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,932 ft / 6,380 m.
  95. Tres Cruces, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,853 ft / 6,356 m.
  96. Huandoy, pegunungan Andes, Peru, 20,852 ft / 6,356 m.
  97. Parinacota, pegunungan Andes, Bolivia/Chili, 20,768 ft / 6,330 m.
  98. Tortolas, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,745 ft / 6,323 m.
  99. Chimborazo, pegunungan Andes, Ecuador, 20,702 ft / 6,310 m.
  100. Ampato, pegunungan Andes, Peru, 20,702 ft 6,310 m.
  101. El Condor, pegunungan Andes, Argentina, 20,669 ft / 6,300 m.
  102. Salcantay, pegunungan Andes, Peru, 20,574 ft / 6,271 m.
  103. Huancarhuas, pegunungan Andes, Peru, 20,531 ft / 6,258 m.
  104. Famatina, pegunungan Andes, Argentina, 20,505 ft / 6,250 m.
  105. Pumasillo, pegunungan Andes, Peru, 20,492 ft / 6,246 m.
  106. Solo, pegunungan Andes, Argentina, 20,492 ft / 6,246 m.
  107. Polleras, pegunungan Andes, Argentina, 20,456 ft / 6,235 m.
  108. Pular, pegunungan Andes, Chili, 20,423 ft / 6,225 m.
  109. Chañi, pegunungan Andes, Argentina, 20,341 ft / 6,200 m.
  110. McKinley (Denali), pegununganAlaska, Alaska, 20,341 ft / 6,200 m.
  111. Aucanquilcha, pegunungan Andes, Chili, 20,295 ft / 6,186 m.
  112. Juncal, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,276 ft / 6,180 m.
  113. Negro, pegunungan Andes, Argentina, 20,184 ft / 6,152 m.
  114. Quela, pegunungan Andes, Argentina, 20,128 ft / 6,135 m.
  115. Condoriri, pegunungan Andes, Bolivia, 20,095 ft / 6,125 m.
  116. Palermo, pegunungan Andes, Argentina, 20,079 ft / 6,120 m.
  117. Solimana, pegunungan Andes, Peru, 20,068 ft / 6,117 m.
  118. San Juan, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,049 ft / 6,111 m.
  119. Sierra Nevada, pegunungan Andes, Argentina, 20,023 ft / 6,103 m.
  120. Antofalla, pegunungan Andes, Argentina, 20,013 ft / 6,100 m.
  121. Marmolejo, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,013 ft / 6,100 m.

Read More..

Thursday, 3 February 2011

Sungai Maiting (Grade class III)


Sungai ini terdapat di wilayah Toraja, Sulawesi Selatan. Untuk memulai pengarungan sungai Maiting, Desa yang dituju adalah desa Dende' Ma'dong. Penduduk desanya tergolong ramah dan terkenal sebagai penganyam Tuyu (Sejenis rumput yang menjadi bahan untuk membuat tikar). Untuk mencapai sungai, kita harus menuruni lembah. Sepanjang perjalanan, anda akan dimanjakan oleh pemandangan nan eksotis dengan hawa yang sangat sejuk .

Jeram pertama yang ditemui saat pengarungan adalah jeram "Indo'" dan jeram "Sella". Nama ini diambil dari nama salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata yaitu Indo' Sella' Ekspedition yang berkantor di Rantepao. Jeram kedua yang ditemui ialah jeram "Tabrakan". Dinamakan "tabrakan" karena untuk melewatinya perahu harus menabrak batu besar terlebih dahulu. Sepanjang pengarungan, anda akan menikmati pemandangan yang begitu indah. Salah satu yang sangat menarik ialah air terjun bertingkat yang dinamai air terjun Kura. Selain itu, juga akan terlihat banyak iguana yang merayap di bebatuan sungai.


Biasanya, para pengarung sungai maiting makan siang di tempat yang mirip "pantai" dengan pasir putih dan aliran sungai yang sedikit rata. Salah satu jeram lain yang terkenal ialah jeram "mulut iguana". dinamakan begitu karena terdapat batu yang menganga yang katanya mirip mulut iguana. Selain itu, masih banyak jeram-jeram lain yang akan ditemui sepanjang pengarungan. Titik akhir pengarungan di sungai ini adalah Desa Tapparan.



Read More..

Friday, 17 December 2010

Mengkendek, Daerah Semut Merah


kandora, kec. Mengkendek

Mengkendek adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. Kecamatan ini berada di bagian selatan dari Kabupaten Tana Toraja dengan ibukota Ge'tengan. Pada tahun 2007, kecamatan ini dimekarkan sehingga muncul kecamatan baru yaitu Gandangbatu Sillanan dengan ibukota Buntu. Adapun batas wilayah dari kecamatan Mengkendek adalah sebagai berikut:
  • Utara : Kecamatan Makale,Kecamatan Sangalla'
  • Timur : Kabupaten Luwu
  • Selatan : Kabupaten Enrekang
  • Barat : Kecamatan Bonggakaradeng
Ge'tengan sebagai ibukota kecamatan Mengkendek tentu saja menjadi pusat pemerintahan dan Ekonomi di Mengkendek. Ge'tengan sendiri dilihat dari keadaan geografisnya, boleh dikata daerah yang kurang strategis karena berada di atas bukit. Akan tetapi, letaknya yang meguntungkan karena berada di jalur lalu lintas antara kota makale (Ibu kota Toraja) dengan daerah-daerah lain di selatan Toraja membuatnya menjadi daerah yang strategis.

Ge'tengan sebagai pusat perekonomian dari kecamatan Mengkendek bahkan boleh dikata semua daerah di Selatan Toraja membuatnya memiliki penduduk yang majemuk. Namun disinilah letak istimewanya Ge'tengan sebagai sebuah kota kecil. Dari sebuah rumah di samping kanal jalan masuk keluar pasar Ger'tengan yang akrab disebut "Rumah Tinggi" oleh orang-orang Ge'tengan, ada sekumpulan pemuda dan pemudi yang senantiasa berkumpul dan tertawa bersama. Mereka adalah orang-orang "terpilih" dari kota kecil Ge'tengan. "Rumah Tinggi" tersebut adalah Sekretariat OPA BIVI Toraja Adventure dan sekumpulan pemuda tersebut adalah anggota keluarga besar OPA BIVI Toraja Adventure. Kata "Bivi" berasal dari bahasa Manado yang berarti "Semut merah". Jadi tidak salah jika pemuda-pemudi juga disebut "Laskar Semut Merah". Merekalah generasi muda yang diharapkan mampu membangun Mengkendek daerah asal mereka serta Toraja dan Indonesia secara umum.

Demikianlah sedikit Informasi mengenai Mengkendek sebagai daerah para Semut Merah. Tetap Lestari...!!!
Read More..

Thursday, 19 August 2010

Sekilas Tentang Gunung Sesean

Gunung sesean (tinggi sekitar 2100 mdpl) terletak Tana Toraja Sulawesi selatan, tepatnya di kecamatan Sesean, kabupaten Toraja Utara (sekarang Tana Toraja sudah dibagi menjadi 2 Kabupaten). Hawa pegunungan yang sejuk sepanjang hari membuat lingkungan disini terasa segar dan menambah menarik suasana untuk menikmati pemandangan alam di sekitar gunung ini. tana Toraja sendiri dapat dicapai dari Makassar dengan menggunakan kendaraan Bus Antarkota, yang tarifnya antara 60ribu-100ribu rupiah.

Dalam perjalan (hitungan start dari Toraja) menuju gunung Sesean, kita akan menemui banyak tempat menarik. Salah satu tempat yang menurut penulis paling bagus ialah Batutumonga. Banyak wisatawan yang berkata bahwa "Jika ingin menikmati keindahan Tana Toraja dari ketinggian, pergilah ke Batutumonga",
kebenarannya silahkan buktikan sendiri. Batutumonga sendiri terletak di lereng Gunung Sesean (pos 2 Gunung Sesean), sekitar 2 km dari Lokomata (salah satu tempat wisata, pekuburan di batu/tebing). Tempat ini selain terkenal karena keindahan alamnya, juga memiliki udara sejuk. Di sini juga banyak terdapat penginapan dan rumah makan/restoran bagi wisatawan yang berkunjung. Tidak heran jika tempat ini dijadikan tempat kencan kebanyakan orang bahkan lagu "Ada cinta di Toraja" juga terinspirasi dari keindahan Batutumonga.

Gunung sesean sendiri terdiri dari 9 pos, dapat dicapai sekitar 3 - 4 jam hingga tiba di puncak. Perjalanan dari pos 1 hingga pos 6 tidak begitu sulit karena masih melewati rumah-rumah penduduk dan perkebunan. Di pos 6, terdapat mata air yang sangat jernih. Di pos inilah para pendaki sering kali menginap karena di pos inilah sumber mata air terakhir. Memang ketinggianya tidak terlalu tinggi tetapi kabut dan cuaca dingin dapat menyerang tiba-tiba karena gunung ini sangat terbuka maka angin lembah sangat leluasa berhembus. Pos 6 merupakan tempat yang sangt ideal untuk mendirikan tenda karena selain pemandangan dari sini sangat bagus, tempatnya juga luas.

Menuju pos 7 harus berhati-hati karna melewati pinggiran jurang, sesampai di pos 8 jalan sangat menanjak dan licin,pos 9 adalah puncak dari gunung sesean dengan elevasi 2100 mdpl yaitu berupa batu yang sangat besar. Apabila ingin menginap di puncak di sarankan agar tenda di ikat keras karnah angin dari lembah sangat keras dan jagan berdiri dekat dengan jurang karna sangat berbahaya, air juga harus dibawah dari pos 6 karena di puncak tidak terdapat sumber air.
Gunung ini sangat ramai di kunjungi bahkan oleh turis asing, kebanyakan gunung ini ramai di kunjungi pada momen tahun baru, 17 agustus, hari bumi dan sumpah pemuda karena para pecinta alam sering mengadakan upacara di sini pada momen-momen tersebut. Sebelum terbakar, gunung ini konon angker, para pendaki di larang menggunakan kostum berwarna hitam.
Read More..

Wednesday, 2 June 2010

MANAJEMEN PERJALANAN

Petualangan alam bebas adalah kegiatan yang termasuk dalam kegiatan berisiko tinggi (high risk activity),sehingga untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan maka sebuah kegiatan alam bebas harus dipersiapkan secara matang oleh para pelakunya.

Oleh karena itu perlu sebuah manajemen perjalanan yang tertata agar kegiatan tersebut bisa terlaksana dengan lancar.

Secara garis besar sebuah kegiatan terbagi menjadi 3 fase:


1) Pra kegiatan

2) pelaksanaan kegiatan

3) pasca kegiatan

1. PRA KEGIATAN

a. perencanaan perjalanan
- maksud tujuan dan target perjalanan
Ini adalah awal dari rangkaian kegiatan,yaitu menentukan maksud perjalanan dan tujuan lokasinya kemana serta target yang akan dicapai itu seperti apa.contoh: kita akan mengadakan ekspedisi penelitian budaya ke pedalaman suku baduy,target yang akan kita capai antara lain: pendataan social ekonomi ,penelitian kepercayaan suku baduy,dll.
- perencanaan waktu dan tempat
- pengumpulan data lokasi kegiatan
seperti letak geografis dan administratif , kondisi wilayah(medan, masyarakat dan lingkungannya), budaya masyarakat local,akses ke lokasi,dan info-info menarik tentang daerah tersebut.
- perencanaan pendanaan
- perencanaan kegiatan perjalanan
- perencanaan logistik pelengkapan dan perbekalan

b. persiapan perjalanan
- pembentukan tim
langkah awal yang dilakukan setelah perencanaan kegiatan adalah pembentukan tim sesuai dengan kebutuhan kegiatan tersebut: (meliputi, ketua pelaksana,sekretaris, bendahara, pendanaan,perlengkapan,perizinan dan transportasi,dokumentasi serta operasional lapangan yg mengurusi masalah teknis selama kegiatan)
- perijinan dan administrasi
- pendanaan

- pembuatan agenda kegiatan
- pendalaman materi

pendalaman materi disesuaikan dengan maksud dan tujuan kegiatan.misalnya apabila akan melaksanakan perjalanan mendaki gunung es,maka materi yang diberikan adalah yg berkaitan dengan pendakian gunung es (seperti teknik pemanjatan gunung es, mountain sickness, dll)
- persiapan fisikfisik sangat menentukan kelancaran kegiaatan alam bebas,oleh sebab itu perlu adanya latihan fisik guna mempersiapkan kondisi fisik sebelum kegiatan.latihan atau training adalah suatu proses yang berlangsung secara sistematis,dilakukan secara berulang ulang dengan kian bertambah jumlah beban latihannya (overload training) dengan bentuk latihan yang spesifik.
- persiapan perlengkapan
yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan perlengkapan perjalanan antara lain: sesuai dengan medan lokasi kegiatan,sesedikit mungkin dengan kegunaan sebanyak mungkin. Adapun spesifikasi perlengkapan seperti:
- perlengkapan pribadi
- perlengkapan kelompok
seperti: perlengkapan operasi,navigasi,camping,perlengkapan komunikasi,dokumentasi. Perlengkapan kesehatan ,dll
- persiapan perbekalan makanan
yang perlu diperhatikan dalam perencanaan perbekalan:
- sesuaikan perbekalan dengan lamanya perjalanan,aktivitas yang akan dilakukan,serta kondisi medan
- cukup mengandung kalori,mempunyai komposisi gizi yg memadai,serta tidak asing bagi lidah dan penciuman (rasa dan selera)
- sebaiknya siap saji,irit air dan bahan bakar
Setelah perencanaan perbekalan dengan informasi lengkap,perkiraan kondisi medan dan aktivitas yang akan dilakukan maka lakukan hal-hal berikut:
- perhitungkan kalori yang diperlukan
- susun daftar makanan yang memenuhi rencana diatas,kemudian kelompokkan menurut komposisi dominant:karbohidrat,protein,lemak,kemudian hitung masing masing kalori totalnya (setelah siap dimakan
- apabila ada kekurangan,tambahkan dengan suplemen berupa tablet vitamin dan mineral
- survey kelayakan lokasi kegiatan
setelah data tentang lokasi kegiatan telah terkumpul,perlu diadakan survey uji kelayakan lokasi kegiatan agar segala kemungkinan kendala bisa diantisipasi sebelumnya
- try out
Untuk menilai persiapan tim baik materi ,fisik dan kemampuan lainnya maka tim yg akan melakukan kegiatan perlu mengikuti try out.Hasil try out ini menjadi acuan kelayakan tim untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya

c. publikasi kegiatan
Manfaat publikasi kegiatan antara lain:
- menunjang pencarian dana dalam kegiatan
sumber dana sebuah kegiatan biasanya berasal dari dana organisasi dan sponsor.Sebuah perusahaan atau instansi bersedia mengeluarkan dana sponsor apabila kita memiliki ruang publikasi yang menguntungkan untuk mereka
- sebagai citra Organisasi
Publikasi kegiatan yang baik akan berimbas pada meningkatnya citra organisasi yang melakukan kegiatan tersebut
- sebagai informasi bagi masyarakat
- untuk dokumentasi

2. PELAKSANAAN KEGIATAN
- pembagian tugas dan kerjasama tim
pembagian tugas disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan lapangan,ketua pelaksana beserta panitia sebagai penanggung jawab seluruh kegiatan dan mempersiapkan semua kebutuhan pra kegiatan,sedangkan operasional lapangan mengkoordinir tim lapangan(atlit).dari persiapan pra kegiatan sampai pada saat kegiatan,adapun pembagian tugas tim lapangan sesuai kebutuhannya seperti: ketua tim(leader),notulen,navigator,logistik,kesehatan,komunikasi,dokumentasi,pendataan.
- manajemen perlengkapan dan perbekalan
perlengkapan dan perbekalan adalah bagian paling penting dalam kegiatan.oleh sebab itu perlu pengaturan dalam penngunaannya.hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan perlengkapan dan perbekalan antara lain:
- data semua perlengkapan dan perbekalan
- rencanakan penggunaan peralatan per harinya
- jaga dan rawat peralatan tersebut
- sesedikit mungkin dengan manfaat sebanyak mungkin
- sistem komando, komunikasi dan rescue
untuk kelancaran kegiatan lapangan maka perlu system komando dan komunikasi yang bagus .sehingga segala sesuatu seperti informasi mendadak,pengiriman berita dan data kecelakaan dapat direspon dan ditanggulangi dengan cepat.
- dokumentasi kegiatan
Mendokunentasikan sebuah kegiatan dalam bentuk poto,video,catatan/tulisan sangat diperlukan.Selain sebagai bahan untuk laporan kegiatan,dokumentasi juga menjadi bahan dari publikasi kegiatan tersebut

3. PASCA KEGIATAN
- laporan kegiatan
laporan kegiatan adalah bentuk hasil kegiatan.sehingga dengan laporan kegiatan bisa menjadi acuan dan tolak ukur untuk kegiatan selanjutnya
- evaluasi kegiatan
evaluasi kegiatan bermaksud agar segala kekurangan –kekurangan selama kegiatan bisa menjadi pelajaran untuk kegiatan selanjutnya.


dikutip dari Mandawirna.org
Read More..

Thursday, 13 May 2010

13 sungai di indonesia yang sering di pakai arung jeram

1. Aceh sungai alas
ciri : kategori kelas 2-3 kiri kanan hutan lebat , sawah atau perkebunan. di salah satu titik, yakni desa ketambe,pelaku arum jeram, kalau beruntung bisa bertemu dengan orang utan.
pengarungan sungai bisa 2 hari .

2. sumatera utara sungai asahan
ciri : jenis sungai berbatu, lebar dengan jeram yang besar. kelas sungai 5, sehingga benar-benar
menantang. lokasi sungai ini beberapa kali dijadikan tempat kejuaraan nasional maupun internasional. kiri kanan hutan .

3. sumatera barat sungai batang kuantan, sijunjung
ciri: sungai lebar jeram besar pemandangan kiri kanan alam liar dan tebing tebing .
kelas sungai mencapai 2-4 memerlukan perjalanan 2 har untuk mengarunginya .

4. jambi sungai musi rawas dan enim
ciri : sungai datar kelas 2 sulit dicapai karena tempatnya kecil.
peserta arung jeram bisa mampir kedesa desa yang dilaluinya .

5. jawa barat sungai citarik dan citatih sukabumi,cimanuk dan cikandang garut cisadane bogor
cirinya : sungai berbatu pemandangan kanan kirisawah di selingi permukiman kelas sungai 2-4 akses mencapai lokasi sangat mudah .

6. jawa tengah serayu, banjanegara progo dan elo magelang
ciri : kelas sungai serayu dan elo 2-3 sedangkan progo adalah 5. serayu memiliki pemandangan indah dengan jeram berbatu sedangkan jalur progo memberi tantangan yang lebih .

7. jawa timur pakalen,probolinggi kasembon malang
ciri: ciri khas sungai di jawa timur memiliki lebar yang sempit. pakalen adalah jenis sungai berbatu dengan pemandangan kanan krii hutan jati .
ada beebrapa bagian dengan sisi tebing terlihat sehingga seperti lembah sedangkan kesembon sempit sekali.

8. bali ayung,unda telaga wajah
ciri sungai : sungai ayunh di gunakan oleh sejumlah operator sehingga ramai sepanjang tahun. pada tahun 1990an masih memiliki pemandangan kiri kanan sawah sekarang sudah banyak permukiman. jenis sungai di bali rata rata berbatu dan sempit namun rata rata pemandangan kiri kanan sawah dengan terasering sehingga terlihat rapi .

9. kalimantan timur
tubu,malinau,boh,mahakam,pujungan,bahan hulu .
ciri : akses menuju entry point sulit , namun pemandangnannya luar biasa indah . ad hutan liar penduduk jarang di temui.
namun sesekali anda bisa bertemu dengan penduduk dan menginap sekaligus belajar budayanya.
untuk mencapai sungai boh bahkan harus menaiki pesawat kecil berpenumpang 4 orang. tak mengheran kan berarung jram di lokasi ini membutuhkan biaya yang sanagt tinggi tapi pengalaman yang di dapat sanagt berlimpah .

mahakam adalah jalur yang asyik untuk dilalui karena jeramnnya besar tapi datar . aa pengalaman unik dengan kupu kupu warna warni yang mengerubungi badan. namun untuk mengarunginya membutuhkan pengetahuan dan teknik yang memadai dan sepanjang sungai bnyak pohon buah buahan trgantung musimnya .

10. kalimantan selatan kelayan
Ciri: mengarungi sungai bukan dengan perahun karet melainkan dengan perahu kayu yang diorganisir oleh masyarakat setempat yang dibina LSM, banyak pelajaran yang dipetik diataranya tentang kearifan lama dengan pola pertanian organik dengan mengeahkan kerbau untuk membajak sekaligus memupuk . daerah iini terkenal dengan beras organik adan , ada tur daerah setempat dan kegiatan treeking digunung karena ecotourism sudah di tata disini .
aksesnya memang sulit dan memang lebih ditujukan untuk turis dengan minat kusus .
sebuah penelitian mengungkapkan banyak reptil yang tidak ada di tempat lain .

11. sulawesi utara ranoyapo nimanga
cirinya kelas 2-3 dengan kiri kanan hutan .

12. sulawesi selatan rongkong,sadan,lariang
kelas sungai 3+ di rongkong dan lariang tapi sadan kelas 2-4 untuk mencapainya harus melakukan off-road .

13. PAPUA mamberamo
akses sulit dengan jeram besar dengan kelas sungai mencapai 6


sumber www.kaskus.com
Read More..

Sensasi Arung Jeram Toraja

TORAJA adalah surga bagi penggemar arung jeram (whitewater rafting). Daerah ini memiliki sungai besar bernama Sungai Sa'dan yang sangat menantang. Adrenalin Anda tidak hanya dipompa, tapi juga disuguhi panorama indah. Sambutlah tantangan arung jeram di Sungai Sa'dan.

Lokasi
Titik awal pengarungan dimulai dari jembatan gantung di Desa Buah Kayu. Sementara titik akhir jeram berada di Jembatan Pappi, Kabupaten Enrekang, yang terletak di sebelah selatan Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia.

Gambaran Umum
Sungai Sa'dan adalah sungai terbesar

di Toraja. Lebarnya rata-rata 80 meter dengan panjang mencapai 182 km. Menjulur berliku dari dataran tinggi pegunungan Latimojong ke arah Kabupaten Pinrang di barat daya Kabupaten Tana Toraja. Pemandangan di sisi kiri dan kanan sungai sungguh indah.

Menurut pengklasifikasian jeram, Sungai Sa'dan memiliki jeram kelas empat. Maksudnya, sangat sulit, aliran sungai berjeram panjang berturut turut dan berombak kuat, tak beraturan dan banyak batuan yang membahayakan, pusaran air yang berbuih buih, dan lintasan sulit diintai.

Bahkan ada satu jeram, yaitu Jeram Fitri yang memiliki tingkat jeram lima. Jeram ini berupa patahan dengan aus deras yang menabrak batu besar. Jika tak cukup piawai, perahu dapat menempel di batu dan terjebak di sana.

Karena itu, berarung jeram di Sungai Sa'dan tidak hanya membutuhkan keberanian melainkan juga kepiawaian. Akan sangat berguna jika awak perahu berpengalaman dan memiliki perlengkapan yang terbaik.

Ada dua operator yang mengelola wisata arung jeram. Kedua operator ini menyediakan river guide yang sangat berpengalaman dan menguasai medan jeram. Operator jeram tersebut adalah:

  • Sobek Expedition, sebuah perusahaan waralaba Amerika Serikat yang juga mengelola wisata rafting di Bali dan Aceh. Perusahaan ini adalah perintis arung jeram di Sungai Sa'dan.
  • Indo Sella Expedition, sebuah perusahaan yang dikelola oleh kampiun kayak Indonesia yang mengantongi lisensi American Whitewater Association, Agus Lamba.

Ada belasan jeram besar, antara lain Jeram Puru, Jeram Photo Stop, Jeram Lantak lantak, Jeram Nusa, Jeram Lolok, Jeram Fitri, dan Jeram Pembuangan Seba. Jeram yang terakhir paling berbahaya karena selain panjang dan bertebing di kiri dan kanan, juga terdapat under cut yang besar dan dalam.

Akses
Perjalanan dari Rantepao membutuhkan waktu sekitar tiga jam ke lokasi titik awal jeram. Dapat ditempuh dengan kendaraan jip yang disediakan operator arung jeram.

Kontak Operator
Indo' Sella' Expedition
Perumahan Azalea Blok B/15, Panakkukang Mas
Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Telepon: (+62-411) 5073499
Hotline: (+62-813) 42270999
Faksimili : (+62 411) 439057

Sobek Expedition
Jl Pongtiku No 48, Rantepao, Tana Toraja, Indonesia
Telepon (+62-423) 21336
Faksimili (+62-423) 21615

Read More..

Tuesday, 11 May 2010

Sekilas Tentang Gunung Latimojong

Gunung Latimojong merupakan salah satu gunung di Indonesia yang banyak dilirik para pendaki. Hal ini dikarenakan pegunungan ini menawarkan panorama alam yang sangat menarik dan jalur pendakian yang menantang. Gunung Latimojong sendiri disebut sebagai atapnya Sulawesi.

Pegunungan Latimojong terdiri dari beberapa puncak dan dapat di daki melalui beberapa jalur karena letaknya di tengah-tengah Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Luwu.

Adapun puncak-puncak
Pegunungan Latimojong yang membujur dari utara ke selatan yakni:

Buntu Sinaji (2437)
Buntu Lapande (2487)
Buntu Sikolong (2754)
Buntu Rantekambola (3083)
Buntu Rantemario (3478)
Buntu Nenemori (3397)
Buntu Latimojong (3305)
Buntu PasaBombo (2965)
Buntu Pallu (3086)
Buntu Lariu (2700)
Sedangkan puncak yang melintang dari barat ke timur yakni:

Buntu Pantealoan (2500)
Buntu Pokapinjang (2870)

Jalur

Banyak jalur yang dapat dilalui untuk mencapai Puncak Rantemario (3478), diantaranya:

Jalur yang paling sering di lalui ialah jalur Karangan yaitu jalur yang di mulai dari Dusun Karangan, Desa Latimojong. Jalur ini adalah jalur yang membutuhkan waktu yang paling singkat di bandingkan jalur lainnya. Meskipun waktu terbilang singkat namun medannya cukup sulit karena terus menanjak. Letaknya di tengah hutan maka pemandangan di jalur ini di dominasi pohon-pohon tinggi.
Jalur kedua melalui dusun Bone-bone menuju Buntu Pantealoan kemudian melalui jalur dengan berbagai jenis medan. Jalur ini dapat ditempuh dalam waktu 3 hari.
Jalur ketiga menempuh Jalur Angin-angin yang di mulai dari Dusun Angin-angin yang masih dalam wilayah administrasi Desa Latimojong. Jalur ini dapat di tempuh dalam tiga hari. Pesona alam yang beragam menjadikan jalur ini diminati meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama.

Transportasi

Untuk tiba di Dusun Karangan, yakni desa terakhir jika kita mau mendaki lewat jalur Karangan, perjalanan dapat ditempuh dari Kota Makassar atau dari Tana Toraja menuju pasar Cakke', Kab. Enrekang. Dari sini, perjalanan di lanjutkan menuju Kecamatan Baraka. Perjalanan selanjutnya dapat ditempuh dengan menumpangi sejenis mobil hartop hingga Dusun Rantelemo lalu berjalan kaki selama kurang lebih 2 jam menujuDusun Karangan. Alternatif kendaraan truk juga dapat digunakan dan akan mengantarkan kita dari ibukota Kecamatan Baraka menuju Dusun Rantelemo. Namun kedua angkutan ini hanya ada pada hari pasar, Senin dan Kamis.

Angkutan lain adalah ojek, tentu dengan ongkos yang jauh lebih mahal.
Read More..

Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing

Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing
———————————————————————————————————-
1492
Sekelompok orang Perancis di bawah pimpinan Anthoine de Ville mencoba memanjat tebing Mont Aiguille (2097 m), di kawasan Vercors Massif. Tak jelas benar tujuan mereka, tetapi yang jelas, sampai beberapa dekade kemudian, orang-orang yang naik turun tebing-tebing batu di Pegunungan Alpen adalah para pemburu chamois, sejenis kambing gunung. Jadi mereka memanjat karena dipaksa oleh mata pencaharian, kurang lebih mirip para pengunduh sarang burung walet gua di tebing-tebing Kalimantan Timur atau Karang Bolong, Jawa Tengah.

———————————————————————————————————-
1623
Yan Carstensz adalah orang Eropa pertama
yang melihat “….. pegunungan yang sangat tinggi, di beberapa tempat tertutup salju !” di pedalaman Irian. Salju itu sangat dekat ke khatulistiwa. Laporannya tak dipercaya di Eropa, padahal belum lama berselang diberitakan ada juga salju di Pegunungan Andes dekat khatulistiwa.

———————————————————————————————————-
1624
Masih berkaitan dengan pekerjaan juga, pastor-pastor Jesuit merupakan orang-orang Eropa pertama yang melintasi Pegunungan Himalaya, tepatnya Mana Pass (pass = pelana/punggungan yang terentang antara dua puncak), dan Garhwal di India ke kawasan Tibet.

———————————————————————————————————-
1760
Profesor de Saussure agaknya begitu jatuh cinta pada Mont Blanc di perbatasan Perancis-Italia, sehingga dia menawarkan hadiah besar bagi siapa saja yang dapat menemukan lintasan ke puncaknya, untuk penyelidikan ilmiah yang diimpikannya. Sayang tak ada yang tertarik, terutama karena keder terhadap naga-naga yang konon mbaurekso di puncak gunung tertinggi di Eropa Barat itu.

———————————————————————————————————-
1786
Setelah beberapa percobaan gagal, Puncak Mont Blanc (4807 m) digapai manusia. Mereka adalah Dr.Michel-Gabriel Paccard dan seorang pandu gunung, Jacques Balmat. Puncak tertinggi di Alpen yang didaki sebelumnya adalah Lysjoch (4153 m), tahun 1778.

———————————————————————————————————-
1830
Alexander Gardiner melintasi Pelana Karakoram dari Sinkiang di Cina ke wilayah Kashmir di India.

———————————————————————————————————-
1852
Ahli-ahli ukur tanah di India berhasil menentukan ketinggian Puncak XV, 8840 meter. Berarti puncak tertinggi di dunia, mengalahkan Puncak VIII (Kangchenjunga, 8598 m) yang sebelumnya dianggap paling tinggi. Puncak XV itu lalu diberi nama Everest (padahal aslinya orang Nepal menyebutnya Sagarmatha, atau Chomolungma kata orang Tibet). Belakangan ketinggiannya dikoreksi, 8888 meter, lalu dikoreksi lagi menjadi 8848 meter, sampai sekarang.

———————————————————————————————————-
1854
Batu pertama Zaman Keemasan dunia pendakian di Alpen, diletakkan oleh Alfred Wills dalam pendakiannya ke Puncak Wetterhom (3708 m), cikal bakal pendakian gunung sebagai olah raga.

———————————————————————————————————-
1857
Alpine Club yang pertama berdiri, di Inggris.

———————————————————————————————————-
1858
Ketinggian K2 (singkatan Karakoram nomer 2) terukur, 8610 meter, menggeser lagi kedudukan Kangchenjunga menjadi juara tiga.

———————————————————————————————————-
1865
Dinding selatan Mont Blanc dipanjat untuk pertama kali lewat lintasan Old Brenva, menandai lahirnya panjat es (ice climbing). Sementara itu di Alpen bagian tengah, Edward Whymper dan enam rekannya berhasil menggapai Puncak Matterhorn (4474 m)di Swiss. Tetapi 4 anggota tim, yang saling terikat dalam satu tali, tewas dalam perjalanan turun, ketika salah seorang terpeleset jatuh dan menyeret yang lain. Musibah ini mengakhiri 11 tahun Zaman Keemasan. Tak urung lebih dari 180 puncak besar telah didaki dalam masa itu, sedikitnya satu kali, dan lebih dari setengahnya oleh orang-orang Inggris.

———————————————————————————————————-
1874
WA Coolidge mendaki Puncak Jungfrau dan Wetterhorn di musim dingin, sehingga digelari Bapak Winter Climbing. Pada tahun 1870-an ini muncul trend baru, pendakian tanpa pemandu, yang segera menjadi ukuran kebanggaan di antara pendaki.

———————————————————————————————————-
1878
Regu yang dipimpin Clinton Dent berhasil memanjat Aiguille du Dru di Perancis, memicu trend baru lagi, yaitu pemanjatan tebing-tebing yang tak seberapa tinggi namun curam dan sulit.

———————————————————————————————————-
1883
WW Graham menjadi orang Eropa pertama yang mengunjungi Pegunungan Himalaya dengan tujuan mendaki gunung sebagai olahraga dan petualangan. Dia mendaki beberapa puncak rendah di kawasan Nanda Devi dan Sikkim India, bahkan konon berhasil mencapai Puncak Changabang (6864 m).

———————————————————————————————————-
1895
Percobaan pertama mendaki gunung berketinggian di atas 8000 meter, Nanga Parbat (8125 m), oleh AF Mummery. Orang Inggris yang sering disebut Bapak Pendakian Gunung Modern ini hilang pada ketinggian sekitar 6000 meter.

———————————————————————————————————-
1899
Ekspedisi Belanda pembuat peta di Irian menemukan kebenaran laporan Yan Carstensz, yang dibuat hampir 3 abad sebelumnya. Maka namanya diabadikan di situ.

———————————————————————————————————-
1902
Percobaan pertama mendaki K2, oleh ekspedisi dari Inggris.

———————————————————————————————————-
1907
Ekspedisi di bawah Tom Longstaff mendaki Trisul (7120 m), puncak 7000-an yang pertama. Longstaff adalah orang pertama yang mencoba penggunaan tabung oksigen dalam pendakian.

———————————————————————————————————-
1909
Ekspedisi Persatuan Ahli Burung dari Inggris (BPUE) memasuki rawa-rawa sebelah selatan kawasan Carstensz. Dalam 16 bulan mereka kehilangan 16 orang anggota mati dan 120 sakit.

———————————————————————————————————-
1910
Karabiner buat pertama kali dipakai dalam pendakian gunung, diperkenalkan oleh pemanjat-pemanjat dari Munich, Jerman Barat, diilhami oleh penggunaannya dalam pasukan pemadam kebakaran.

———————————————————————————————————-
1912
Eks anggota ekspedisi BPUE 1090, Dr.AFR Wallaston, kembali ke Irian bersama C.Bodden Kloss, dengan 224 kuli pengangkut barang dan serdadu. Tiga jiwa melayang.

———————————————————————————————————-
1921
George L.Mallory dkk. berhasil sampai di North Col Everest dalam perjalanan penjajagan mereka dari sisi Tibet.

———————————————————————————————————-
1922
Usaha pertama mendaki Everest berakhir pada ketinggian 8320 meter di punggungan timur laut.

———————————————————————————————————-
1924
Mallory dan Irvine yang kembali mencoba Everest, hilang pada ketinggian sekitar 8400 meter. Rekannya, Edward Norton, mencapai 8570 meter, rekor waktu itu, sendirian dan tanpa bantuan tabung oksigen.

———————————————————————————————————-
1931
Schmid bersaudara mencapai Puncak Matterhorn lewat dinding utara, sekaligus melahirkan demam North Wall Climbing. Peningkatan taraf hidup di Inggris dan Eropa daratan pada umumnya, menimbulkan perubahan pola penduduk kota melewatkan waktu luangnya, menyebabkan populernya panjat tebing.

———————————————————————————————————-
1932
Grivel memperkenalkan cakar es (crampoon) model 12 gigi, yang karena efektifnya tetap disukai hingga kini.

———————————————————————————————————-
1933
Comici dari Italia memanjat overhang dinding utara Cima Grande Lavredo di kawasan Dolomite, Alpen Timur, menandai aid climbing yang pertama. Sekitar tahun ini pula sol sepatu Vibram ditermukan oleh Vitale Bramini.

———————————————————————————————————-
1936
Dr.A.H.Colijn, manajer umum perusahaan minyak Belanda dekat Sorong, dan geolog DrJ.J.Dozy, menemukan bijih tembaga di kawasan dinding timur Gletser Moriane, tak jauh dari kawasan Carstensz, Irian.

———————————————————————————————————-
1937
Bill Murray mengubah tongkat pendaki yang panjang menjadi kapak es, menandai lahirnya panjat es modern.

———————————————————————————————————-
1938
Dinding utara Eiger di Swiss akhirnya berhasil dipanjat, oleh tim gabungan Jerman Barat dan Austria, yang oleh Hitler diiming-imingi dengan medali emas olympiade. Dinding maut ini sebelumnya telah menelan cukup banyak korban, dan berlanjut hingga kini. .

———————————————————————————————————-
1941
Ekspedisi Archbold ‘menemukan’ Lembah Baliem, kantung suku Dani dengan tingkat kebudayaan yang amat tinggi, di tengah belantara yang seolah tak berbatas dan tak tertembus. Irian kian jadi perhatian ilmuwan-ilmuwan dunia.

———————————————————————————————————-
1949
Nepal membuka perbatasannya bagi orang luar.

———————————————————————————————————-
1950
Tibet dicaplok Cina. Pendakian Himalaya dari sisi ini tak diperkenankan lagi. Maurice Herzog memimpin ekspedisi Perancis mendaki Annapurna (8091m), puncak 8000-an yang pertama, menandai awal 20 tahun Zaman Keemasan pendakian di Himalaya. Di Alpen, tali nilon mulai dipergunakan. Sebelumnya, tali serat tumbuhan hampir tak memiliki kelenturan, sehingga ada ‘hukum’ bahwa seorang leader tak boleh jatuh, sebab hampir pasti pinggangnya patah tersentak. Pakaian bulu angsa mulai membuat malam-malam di bivouac lebih nyaman.

———————————————————————————————————-
1951
Don Whillan menemukan pasangannya, Joe Brown, duet pemanjat terkuat yang pemah dimiliki Inggris. Panjat bebas (free climbing) gaya Inggris menjadi tolok ukur dunia panjat tebing. Walter Bonatti dkk. menyelesaikan dinding timur Grand Capucin, awal aid climbing pada tebing yang masuk kategori big wall.

Bermula di Inggris, terjadi Revolusi Padas. Tebing batu gamping ternyata tak serapuh yang selama itu disangka. Tebing-tebing granit dan batuan beku lainnya mendapat saingan.

———————————————————————————————————-
1952
Herman Buhl solo di dinding timur laut Piz Badile di Swiss, dalam waktu 4 1/2 jam. Inilah nenek moyang speed climbing. Rekor waktu pada rute tersebut, yang dibuat tahun 1937, 52 jam!

———————————————————————————————————-
1953
Herman Buhl dkk. menggapai Puncak Nanga Parbat (8125 m), puncak 8000-an kedua yang didaki orang. Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Sherpa Tenzing Norgay yang tergabung dalam suatu ekspedisi Inggris, menjadi manusia-manusia pertama yang berdiri di puncak atap dunia, Everest.

———————————————————————————————————-
1954
Ekspedisi Inggris sukses di Kangchenjunga, ekspedisi Perancis sukses di Makalu (8463 m). Di Alpen, Don Whillan dan Joe Brown mencatat dinding Barat Aiguille du Dru dalam 2 hari, rekor lagi.

———————————————————————————————————-
1955
Walter Bonatti solo pilar barat daya du Dru 6 hari.

———————————————————————————————————-
1956
Ekspedisi Jepang berhasil mendaki Manaslu (8163 m). Jepang segera menjadi salah satu negara besar dalam dunia pendakian di Himalaya.

———————————————————————————————————-
1957
Herman Buhl dan tim Austria mencapai Puncak Broad Peak (8047 m), sekaligus mematok pendakian pertama gunung 8000-an dengan alpine tactic.

———————————————————————————————————-
1958
Lapangan terbang perintis dibuka pada beberapa lokasi di Irian, membangkitkan semangat para pendaki gunung untuk menjajal Carstensz, sang perawan salju di khatulistiwa.

———————————————————————————————————-
1960
Claudio Barbier dari Belgia solo ketiga dinding utara di Tre Cima Laverdo dalam 1 hari. Pertama kali speed climbing menggunakan teknik gabungan free dan aid climbing.
Helm mulai sering digunakan para pemanjat tebing.

Harness menjadi wajib, menyusul kematian seorang pemanjat Inggris di Dolomite. Harness pertama yang diproduksi massal dan dijual untuk umum terbuat dari webbing, merek Tankey.

Tebing 48 Citatah mulai digunakan sebagai ajang latihan bagi pasukan Angkatan Darat kita.

———————————————————————————————————-
1961
Ekspedisi dari Selandia Baru coba mendaki Carstensz Pyramide tapi mengalami kegagalan sebab keterlambatan dukungan logistik lewat jembatan udara.

———————————————————————————————————-
1962
Puncak Cerstensz Pyramide akhirnya berhasil digapai oteh tim Heinrich Heiner. Juga Puncak Eidenburg didekatnya, oleh ekspedisi yang dipimpin oleh Phillip Temple.
Awal pemakaian baut tebing di Alpen; Tebing pantai mulai diminati. Pemanjat Amerika Serikat mulai bicara di Alpen, diawali Hemmings dan Robbins yang menciptakan lintasan super sulit di dinding barat du Dru.

———————————————————————————————————-
1963
Tim gabungan Inggris-AS memanjat dinding selatan Aiguille du Fou, hardest technical climbing di Alpen waktu ilu, dengan teknik-teknik aid climbing gaya AS. Kode etik dalam panjat tebing mulai banyak diperdebatkan di rumah-rumah minum. Pemanjatan solo pertama Eiger Nordwand, oleh Michel Darbellay, dalam satu hari.

Bonatti dan Zapelli menyantap mix climbing (ice dan rock) tersulit di Alpen, dinding utara Grand Pilier d’Angle di Mont Blanc. Seorang ahli gletser yang baru kembali dari Antartika berusaha mendaratkan pesawat terbangnya di di Puncak Jaya, dekat Carstensz. Untung angin kencang mengurungkan niatnya, sebab salju tebal di sana terlalu lunak sebagai landas pacu. Tapi buntutnya, dua pesawat DC 3 kandas di lereng utara dan selatannya, pada ketinggian sekitar 4300 meter.

———————————————————————————————————-
1964
Ekspedisi Cina berhasil mendaki Shisha Pangma (8046 m)di Tibet, satu-satunya puncak 8000-an yang terletak diluar Nepal dan Pakistan (Karakoram). Beberapa pendaki Jepang serta 3 orang ABRI, Fred Athaboe, Sudarto dan Sugirin, yang tergabung dalam Ekspedisi Cendrawasih, berhasil mencapai Puncak Carstensz (4884 m) di Irian. Dua perkumpulan pendaki gunung tertua lahir, Mapala Ul di Jakarta dan Wanadri di Bandung. Tahun ini dianggap awal sejarah pendakian gunung di Indonesia.

———————————————————————————————————-
1965
Seratus tahun pendakian pertama Matterhorn diperingati dengan peliputan pendakian Hornli dkk. Oleh BBC/TV sampai ke puncak. Untuk pertama kalinya pendakian gunung maupun panjat tebing menjadi olahraga yang juga dapat ‘ditonton’ orang banyak.
Robbins dan John Harlin dri AS bikin lintasan lurus di dinding barat du Dru, mendemonstrasikan keunggulan pemanjat AS dalam pemanjatan panjang dan berat. Pemerintah Nepal menutup pendakian Himalaya di wilayahnya.

———————————————————————————————————-
1967
Revolusi bagi para pemanjat es. Chouinnard memperkenalkan kapak es berujung lengkung, dan McInnes menawarkan jenis Terodactyl. Lahirnya sekrup es berbentuk pipa meningkatkan standar pemanjatan ice climbing.
Penggunaan tali kernmantle dipelopori oleh Inggris.

———————————————————————————————————-
1968
Nafas segar bagi para pendaki, sejumlah lapangan terbang milik misi Katolik dibuka (Ji Irian. Tapi dasar sial, hampir bersamaan dengan itu Pemerintah Rl tidak lagi mengeluarkan izin pendakian di kawasan Carstensz.

———————————————————————————————————-
1969
Reinhold Messner keluar dari pertapaannya di tebing-tebing Alpen Timur, meluruk ke barat, menyikat dinding es raksasa tes Drotes dalam waktu 81/2 jam solo, membuyarkan rekor sebelumnya, 3 hari.

Pemanjat-pemanjat Jepang mulai membanjiri pasaran di Alpen, antara lain bikin lintasan baru di Eiger.

Sensus yang dilakukan British Mountaineering Club (BMC) mengatakan, ada 45.000 pemanjat dan 500.000 walkers, di Inggris saja.

Nomer perdana majalah ‘Mountain’ beredar, menjadi media pendaki gunung dan pemanjat tebing pertama yang beredar luas dalam bahasa Inggris, sehingga banyak mempengaruhi perkembangan lewat perdebatan dan opini.

Pemerintah Nepal membuka kembali wilayahnya bagi pendakian Himalaya, dengan beberapa peraturan baru dan membatasi pendakian pada puncak-puncak yang terdaftar dalam permitted peaks saja. Agen-agen trekking komersial tumbuh dan berjibun seperti kutu yak, menggelitik kelompok-kelompok kecil dari luar ‘main-main’ di Himalaya dengan mudah dan murah.

Soe Hok Gie dan ldhan Lubis gugur di Gunung Semeru, terkena gas beracun.

———————————————————————————————————-
1970
Dinding Selatan Annapurna dirambah tim Inggris, menggunting pita pembukaan era pendakian jalur-jalur sulit di gunung-gunung besar. Tingkat kesulitan lintasan menjadi lebih penting dari pada sekedar mencapai puncak. Ini tak lepas dari kian canggihnya perlengkapan panjat es, kecepatan pemanjatan meningkat drastis.

Di Alpen artificial climbing tambah populer dan kaya teknik. Kurang lebih tahun ini pula lahir cabang panjat dinding. Tebing buatan yang pertama dikenal orang kemungkinan besar didirikan di Universitas Leeds,Inggris. Perancangnya Don Robinson, yang kemudian juga merancang dinding panjat di Acker’s Trust, Birmingham, dinding panjat pertama yang diklaim mampu menampung segala pegangan, pljakan dan gerakan panjat tebing, sekaligus menawarkan bentuk sculpture yang artistik.

Sejalan dengan itu, bentuk-bentuk latihan terpisah dalam panjat tebing mulai menggema. Salah seorang pelopornya ialah Pete Livesey, pemanjat yang juga pecinta speleologi dan olahraga kano, serta punya dasar di atletik sebagai pelari. Pete tahu benar pentingnya latihan spesifik bagi jenis-jenis olahraga tersebut. Dan dia mencoba menerapkan prinsip yang sama pada panjat tebing. Pelan tapi pasti, panjat tebing mulai dipandang lebih sebagai kegiatan atletis, ketimbang sekedar ‘hura-hura di tebing’. Tak lagi memadai semboyan ‘best training for climber is climbing’, apalagi hanya dengan memupuk kejantanan lewat gelas-gelas bir, seperti yang selama & dianut.

———————————————————————————————————-
1971
Kawasan Carstensz kembali dibuka untuk pendakian, segera diserbu oleh ekspedisi-ekspedisi dari Australia, Jerman, AS, bahkan Hongkong. Tahun ini pula Mapala UI berhasil mencapai Puncak Jaya, antara lain oleh Herman O. Lantang dan Rudy Badil, orang-orang sipil Indonesia pertama.

———————————————————————————————————-
1972
Untuk pertama kalinya panjat dinding masuk dalam jadwal olimpiade, yaitu didemonstrasikan dalam Olympiade Munich.

———————————————————————————————————-
1974
Pasangan Reinhold Messner dan Peter Habeler mendaki Hidden Peak (8068 m) di Karakoram, 3 hari dengan Alpine push, kemudian memecahkan rekor kecepatan Eiger, 10 jam.

———————————————————————————————————-
1975
Ekspedisi dari Jepang menjadi tim wanita pertama yang menjejakkan Puncak Everest. Sementara itu Cina mengirimkan tim pertamanya, dari punggungan timur laut.

Perlengkapan panjat es kian lengkap, lalu ramalan cuaca kian akurat dengan intervensi komputer. Akibatnya, seolah tak ada lagi pelosok Alpen yang terpencil. Namun, bercak-bercak kapur magnesium mulai terasa merisihkan tebing-tebing di Inggris dan Eropa daratan, kebanyakan dituduhkan sebagai ulah pemanjat-pemanjat ‘hijau’, yang mengobral magnesium pada lintasan-lintasan yang seharusnya bisa dilampaui tanpa bubuk itu.

———————————————————————————————————-
1976
Harry Suliztiarto tak sanggup lagi menahan obsesinya, dengan tali nilon dia mulai latihan panjat memanjat di Citatah, dan dibelay oleh pembantu rumahnya. Patok pertama panjat tebing modern di Indonesia.

———————————————————————————————————-
1977
Skygers Amateur Rock Climbing Group didirikan di Bandung oleh Harry Suliztiaito, Agus Resmonohadi, Heri Hermanu, Deddy Hikmat. Inilah awal tersebarnya kegiatan panjat tebing di Indonesia.

Ekspedisi Selandia Baru coba mendaki Everest tanpa bantuan sherpa. Mereka cuma sampai South Col, tapi mereka mereka seolah memukul gong yang gaungnya merantak ke mana-mana, ‘ekspedisi berdikari’. Yang pro mengganggapnya sebagai kejujuran yang wajib, yang kontra melecehkannya sebagai kesia-siaan yang konyol. Perdebatan tak selesai hingga kini.

———————————————————————————————————-
1978
Messner & Habeler menggegerkan dunia kangouw Himalaya dengan pendakian Everest tanpa bantuan tabung oksigen. Tambah geger ketika Messner bersolo karier di Nanga PQrtied dalam waktu 12 hari. Pendakian solo ini oleh banyak pakar dianggap lebih penting daripada pendakian tanpa oksigennya.

Pemerintah Nepal menambahkan beberapa permitted peaks.

Dua pendaki Mapala UI, di antaranya Hadidjojo, menjajaki base camp Everest dari sisi selatan.

———————————————————————————————————-
1979
Harry Suliztiarto memanjat atap Planetarium, Taman Ismail Marzuki.

———————————————————————————————————-
1980
Tebing Parang untuk pertama kalinya oleh tim ITB, di bawah pimpinan Harry Sulisztiarto. Wanadri untuk pertamakalinya menyelenggarakan ekspedisi ke Carstensz di Pegunungan Jayawijaya. Skygers menyelenggarakan sekolah panjat tebing untuk pertama kalinya. Sampai kini belum ada lagi kelompok yang membuat pendidikan panjat tebing untuk umum seperti ini.

Pemerintah Nepal membuka kesempatan pendakian musim dingin, di samping musim semi dan musim gugur. Kian banyak kaki meratakan jalan-jalan setapak dipelbagai pelosok Himalaya, kikan tinggi sampah menumpuk di sana-sini. Sebagai gantinya, konon mata uang asing makin deras mengalir ke sana. Tapi siapa yang tambah kaya?

———————————————————————————————————-
1981
Dua ekspedisi Indonesia sekaligus di dinding Selatan Carstensz, Mapala Ul dan ITB. Salah seorang anggota tim Mapala Ul, Hartono Basuki, gugur di sini. Jayagiri dari Bandung mengirimkan Danardana mengikuti sekolah pendaki gunung di Glenmore Lodge, Skotlandia, dilanjutkan pendakian Matterhorn di Swiss.

———————————————————————————————————-
1982
Jayagiri kembali mengirimkan orang, Irwanto, ke sekolah pendakian di ISM, Swiss, dilanjulkan ekspedisi 4 orang ke Mont Blanc di Perancis, dan Matterhorn serta Monte Rosa di Swiss.

Ahmad dari kelompok Gideon Bandung tewas terjatuh di Tebing 48 Citatah, korban pertama panjat tebing di Indonesia.

———————————————————————————————————-
1984
UGM (Mapagama) mengirimkan Tim Ekspedisi Gajah Mada ke Irian Jaya. Tim panjatnya, Gendon Bandono, bersama Ahmad Rizali dari Mapala UI berhasil mencapai puncak Carstensz Pyramide melalui jalur normal.

Tebing Lingga di Trenggalek, Jawa Timur, serta tebing pantai Uluwatu di Bali, berhasil dipanjat oleh kelompok Skygers bersama GAP (Gabungan Anak Petualang) dari Surabaya.

———————————————————————————————————-
1985
Tebing Serelo di Lahat, Sumatra Selatan, berhasil dipanjat oleh tim yang menamakan dirinya Ekspedisi Anak Nakal. Ekspedisi Mapala Ul gagal mencapai Puncak Chulu West (6584 m) di Himalaya, Nepal. Ekspedisi Jayagiri gagal memanjat Eiger Nordwand.

———————————————————————————————————-
1986
Kelompok gabungan Exclusive berhasil memanjat Tebing Bambapuang di selatan Toraja, Sulawesi Selatan.

Ketompok UKL (Unit Kenal Lingkungan) Univeritas Pajajaran Bandung memanjat tebing Gunung Lanang di Jawa Timur.

Pemanjat-pemanjat Jayagiri Bandung merampungkan Dinding Ponot di air terjun Sigura-gura, Sumatera Utara.

Ekspedisi Jayagiri mengulang pemanjatan Eiger, berthasil, menciptakan lintasan baru. Mapala Ul mengirimkan ekspedisi ke Puncak Kilimanjaro (5895 m) di Afrika antara lain Don Hasman.

Kompetisi panjat tebing pertama di dunia diselenggarakan di Uni Soviet, di tebing alam, dan sempat ditayangkan juga oteh TVRI.

Patrick Morrow, pendaki dan fotografer Kanada yang kelak mempopulerkan ide mendaki Seven Summits, mendaki Carstensz Pyramid bersama Adiseno dari Mapala UI. Ini puncak terakhir dari rangkaian Seven Summits yang didaki Pat Morrow.

Di tempat lain, milyuner asal Texas bernama Dick Bass juga merintis Seven Summits dalam versi berbeda. Dia menganggap Kosciusko (2230 m) di Australia sebagai bagian dari Seven Summits, bukannya Carstesz Pyramid.

Tahun ini pula, bersamaan dengan EXPO di Vancouver, Kanada, Pat Morrow menemani Norman Edwin, Adiseno, dan Tituz Pramono dari Mapala UI untuk memanjat puncak granit Bugaboo Spire (3186 m), salah satu puncak terpopuler Kanada yang terletak di kawasan British Columbia.

Mapala UI berlatih di Carstensz dengan ketuanya Adi Seno. Kelak, Mapala UI meneruskan tradisi latihan di Carstensz ini nyaris secara reguler. Beberapa tim yang datang ke sana antara lain dipimpin Handiman Rico (Koko), lalu oleh tim yang dipimpin Aloysius Febrian (Dedi).

———————————————————————————————————-
1987
Empat Anggota Ekspedisi Aranyacala Universitas Trisakti tewas diserang Gerombolan Pengacau Irian dalam perjalanan menuju Jayawaijaya.

Ekspedisi Wanadri menyelesaikan pemanjatan Tebing Batu Unta di Kalimantan Barat.

Kelompok Trupala memanjat tebing Bukit Gajah di Jawa Tengah. Sepikul di Jawa Timur disantap Skygers.

Ekspedisi Wanita Indonesia Mendaki Himalaya ke lmja Tse, Himalaya, hampir bersamaan dengan dua anggota Ekspedisi Jayagiri Saddle Marathon yang sedianya berambisi memanggul sepeda ke puncak namun terhadang birokrasi Nepal. Di Afrika, ekspedisi sepeda ini berhasil mencapal puncak tertingginya, Kilimanjaro (5895 m) dan Mount Kenya (5199 m, tanpa sepeda).

Ekspedisi Wanadri gagal mencapai Puncak Vasuki Parbat (6792 m) di Garhwal Himalaya, India.

Adi Seno: “Vasuki Parbat merupakan seri pertama ekspedisi atas biaya Sampoerna yang didapat oleh Wanadri. Dari Mapala UI ada dua orang yang ikut, saya dan Rudi Badil (Kompas). Saya ke base camp mereka dan terus ikut naik sampai Camp III, di mana akhirnya Ogun dkk mencoba ke puncak tapi gagal karena tali habis dan badai datang. Kita semua pulang bareng dgn selamat.?

Lomba panjat tebing pertama di Indonesia dilaksanakan di tebing pantai Jimbaran di Bali.

———————————————————————————————————-
1988
Dinding panjat buat pertama kali diperkenalkan di Indonesia, dibawa oleh 4 atlet pemanjat Prancis yang diundang atas kerjasama Kantor Menpora dengan Kedubes Perancis di Jakarta. Mereka juga sempat memberikan ilmu lewat kursus singkat kepada pemanjat-pemanjat kita. Bersamaan, lahir Federasi Panjat Gunung & Tebing Indonesia, diketuai Harry Suliztiarto.

Untuk pertama kalinya disusun rangkaian kejuaraan untuk memperebutkan Piala Dunia Panjat Dinding yang direstui dan diawasi langsung oleh UIAA (badan Internasional yang membawahi federasi-federasi panjat tebing dan pendaki gunung), diawali dengan kejuaraan di Snowbird, Utah, AS.

Ekspedisi panjat tebing pertama yang dilakukan sepenuhnya oleh wanita, Ekspedisi Putri Parang Aranyacala, Tower III. Sedangkan kelompok putranya memanjat Tebing Gunung Kembar di Citeureup, Bogor.

Ekspedisi UKL Unpad Bandung di Batu Unta, Kalbar, kehilangan satu anggotanya, Yanto Martogi Sitanggang jatuh bebas. Speed climbing pertama di Indonesia dilakukan oleh Sandy & Jati, di dinding utara Parang, 3 jam. Sekaligus merupakan pemanjatan big wall pertama tanpa menggunakan alat pengaman sama sekali, keduanya hanya dihubungkan dengan tali.

Lomba panjat ‘tebing buatan’ pertama dilakukan di Bandung, mengambil dinding gardu listrik.

Ekspedisi Wanadri berhasil menempatkan 3 pendakinya di Puncak Pumori (7145 m) di Himalaya, Nepal, disusul pasangan Hendricus Mutter dan Vera dari Jayagiri mendaki Imja Tse (6189 m), tanpa bantuan sherpa.

Lalu di Alpen, Ekspedisi Jayagiri Speed Climbing gagal memenuhi target waktu 2 hari pemanjatan dinding utara Eiger, mulur menjadi 5 hari. Sedangkan ekspedisi dari Pataga Jakarta berhasil menciptakan lintasan baru di dinding yang sama.

Di Yosemite, AS, Sandy Febyanto dan Jati Pranoto dari Jayagiri memanjat Tebing Half Dome (gagal memecahkan retor John Bachar & Peter Croft 4,5 jam) dan Tebing El Capitan (gagal memecahkan rekor 10,5 jam).

Mapala Ul mendaki Chimborazo (6267 m) dan Cayambe (gagal) di Pegunungan Andes, Ekuador (Amerika Selatan). Anggota tim adalah Adi Seno (ketua ekspedisi), Tantyo Bangun, alm. Didiek Samsu, Aloysius Febrian (Dedi), dan Setyo Ramadi.

———————————————————————————————————-
1989
Awal tahun dunia panjat tebing Indonesia merunduk dilanda musibah, gugurnya salah satu pemanjat terbaik Indonesia, Sandy Febyanto, jatuh di Tebing Pawon, Citatah. Tapi tak lama, semangat almarhum seolah justru menyebar ke segala penjuru, memacu pencetakan prestasi panjat tebing di Bumi Pertiwi ini.

Tim Panjat Tebing Yogyakrta/TPTY melakukan ekspedisi ke Dinding Utara Carstensz tetapi gagal mencapai puncak secara direct, namun jalur normal Carstensz berhasil dipanjat sebelumnya.

Kembali kawasan Citeureup dirambah anak Aranyacala, kali ini Tebing Rungking.
Arek-arek Young Pioneer dari Malang memanjat tebing Gajah Mungkur di seputaran dalam kawah Gunung Kelud. Kemudian tim Jayagiri dalam persiapannya ke Lhotse Shar di Nepal, mematok target memanjati semua pucuk-pucuk tebing sekeliling kawah Kelud tadi, tapi tak berhasil. Ekspedisi Lhotse Shar itu sendiri batal berangkat.

Tebing Uluwatu dipanjat ekspedisi putri yang kedua, dari Mahitala Unpar.

Kelompok MEGA Universitas Terumanegara melakukan Ekspedisi Marathon Panjat Tebing, beruntun di tebing-tebing Citatah, Parang, Gajah Mungkur, dan berakhir di Uluwatu, dalam waktu hampir sebulan, marathon panjat tebing pertama di Indonesia. Ekspedisi Putri Lipstick Aranyacala dia Bambapuang, tapi musibah menimpa sebelum puncak tergapai. Ali Irfan Batubara, fotografer tim, tewas tergelincir dari ketinggian.

Tahun ini tercatat tak kurang dari sepuluh kejuaraan panjat dinding diselenggarakan di Indonesia. Beberapa yang besar antara lain di Universitas Parahyangan Bandung, Universitas Trisakti Jakarta, ISTN Jakarta, di Markas Kopassus Grup I Serang, dua kali oleh Trupala SMA-6 (di Balai Sidang dan Ancol), lalu SMA 70 Bulungan Jakarta, kelompok KAPA FT Ul, Geologi ITB.

Mapala Ul bikin dua ekspedisi, Mount Cook (3764 m) di Selandia Baru dan Puncak McKinley (6149 m) di Alaska.

Yang mencapai puncak Mount Cook adalah Sugiono Soetedjo (ketua ekspedisi), Umar Farouk, dan satu pendaki lagi. Sementara Diah Bisono dan Keplek menunggu dan lantas bertemu pendaki sekaligus pemandu terkemuka, Eric Simondson.

Nama yang terakhir ini orang AS, yang di lain kesempatan menemani Gunawan Ahmad (Ogun) dari Wanadri dalam Ekspedisi Khancenjunga di Himalaya. Eric pula yang di akhir ‘90-an menemukan jenazah George Mallory di Everest. Di McKinley, keempat pendaki Mapala UI mencapai puncak: Sugiono Soetedjo, alm. Didiek Samsu, Alloysius Febrian, dan alm. Norman Edwin.

Empat anggota Wanadri termasuk Ogun mengikuti kursus pendakian gunung es di Rainier Mountaineering Institute di AS, dilanjutkan dengan bergabung dengan ekspedisi AS ke Kangchenjunga di Himalaya. Tajuknya saat itu Ekspedisi Sampoerna.

Di Alpen, Ekspedisi Wanita Alpen Indonesia berhasil pula merampungkan misinya, mendaki 5 puncak tertinggi di 5 negara Eropa, Mont Blanc (4807m, Perancis), Grand Paradiso (4601 m, Italia), Marts Rosa (4634 m, Swiss), Grossgiockner (3978 m, Austria) dan Zugsptee (2964 m, Jerman Barat).

Akhir tahun ini ditutup dengan gebrakan Budi Cahyono melakukan pemanjatan solo di Tower III Tebing Parang. Artificial solo climbing pada big wall yang pertama di Indonesia.

———————————————————————————————————-
1990
Mapala UI menggelar ekspedisi dan berhasil mencapai puncak ke Mt. Elbrus (5642 m) di Pegunungan Kaukasus, Georgia. Ini rangkaian dari program Seven Summits setelah Carstensz Pyramid, Kilimanjaro, dan McKinley. Keempat anggota tim adalah Norman Edwin, Didiek Samsu, Alloysius Febrian, dan Sugiono Soetedjo. Setelah Elbrus, tiga puncak lagi yang disasar adalah Aconcagua, Vinsson Masif, dan Everest.

Di Carstensz, Didiek Samsu dari Mapala UI mencetak rekor tercepat sampai saat itu. Base Camp di Lembah Danau-Danau ke puncak ditempuhnya dalam 10 jam. Didiek mendaki Carstensz menemani pendaki Belanda yang mengejar Seven Summits, Ronald Naar.

Trupala SMA 6 Jakarta melakukan expdisi untuk mendaki Makalu (8463m), Himalaya dan merupakan Team dari Indonesia yang pertama kali mencoba mendaki di pegunungan Himalaya dengan ketiinggian diatas 8000m. (Informasi dari Tumbur H.P. Nainggolan, anggota Tim Pendakian dari Trupala SMA 6 Jakarta)

Seperti yg tertulis di American Alpine Journal, 1991, Vol. 33:(page 215)

Makalu, lndonesian Attempt. Our expedition attempted the normal northwest ridge. The climbers were Irawan Ari Muladi, Bambang Setio Reharjo,Tumbur H.P. Nainggolan, Iskandar, Dedi Agus Indra Setiawan, Rachmat Rukmantara and I as leader. We left Kathmandu for Hille by bus on May 9 and trekked to Base Camp at 5300 meters, arriving on May 23. We established Camps I, II and III at 6100,670O and 7400 meters on May 24, 25 and 26. Our high point of 7800 meters was reached by one member and a Sherpa on May 31. We abandoned the attempt then because that was the last day of our permit.
TAUFIK AFRIANSYAH, Trupala, Indonesia

Informasi ini bisa di download di sini.

———————————————————————————————————-
1991
Aryati menjadi wanita Asia pertama yang berhasil menjejakkan kakinya di Puncak Annapurna IV, Himalaya, pada Ekspedisi Annapurna Putri Patria Indonesia.

Tim Srikandi Tim Panjat Tebing Yogyakarta (6 orang) membuat jalur di Bukit Tanggul, Tulung Agung, Jawa Timur.

———————————————————————————————————-
1992
Dunia petualangan Indonesia kembali berduka karena kehilangan dua orang terbaiknya, Norman Edwin dan Didiek Syamsu, anggota Mapala UI tewas diterjang badai di Gunung Aconcagua, Argentina. Tiga anggota tim lainnya adalah Rudi Nurcahyo, Fayez, dan Dian Hapsari.

Beberapa waktu kemudian, dua anggota Mapala UI menyelesaikan pendakian Aconcagua yaitu Ripto Mulyono dan Tantyo Bangun. Seven Summits ke-5 untuk Mapala UI. Tinggal dua yang belum: Everest dan Vinson Massif.

Ekspedisi Pemanjat Putri Indonesia menjejakkan kakinya di Puncak Tebing Cima Ovest, Tre Cime, Italia.

Ekspedisi Putri Khatulistiwa Tim Panjat Tebing Yogyakarta memanjat dinding utara Bukit Kelam, Sintang, Kalimantan Barat.

Adi Seno dan Budi Cahyono ke Carstensz tahun 1992 bulan Mei. Bertemu dua pemanjat dari Eropa Timur.
Adi Seno: “Saat turun Budi memungut helm mereka, karena helm mereka Petzl, mahal banget. Saya jatuhkan di puncak Carstensz ketika dipakai untuk menggali snow hole. Kita bermalam di puncak. Saya punya foto Budi di puncak ketika tiba malam, dia yang simpan. Teman-teman dari Wanadri, Jojo teman saya ke Vasuki Parbat tahun 1987 (Juni) tidak percaya saya sampai di atas sana.�?

“Kami manjat dua hari. Hari pertama kemah di teras besar. Hari kedua sampai di puncak pukul 18.00 waktu setempat. Bermalam karena jalan turun lewat rute normal yang saya pernah lewati dua kali sebelumnya (1984 dan 1986) tidak terlihat. Besoknya kita turun rapelling dan meninggalkan anchor di puncak tali. Sebuah webbing kuning, (mustinya Agung, Zainal, Rully dkk lihat karena selanjutnya mereka yang ke puncak).

Rute tersebut di pesawat pulang ke Jakarta disepakati oleh Budi Cahyono, atas usul saya, untuk dinamai rute Norman Edwin yang tahun itu meninggal di Aconcagua. Ini mencontoh rute sulit di Eiger yang diberi nama pendaki Amerika terkemuka, yang tewas saat mencoba membuat rute. Cerita ini ada di TRAS edisi tahun 1993.�?

———————————————————————————————————-
1993
Mapala UI berekspedisi dan berlatih untuk kesekian kali ke Carstensz. Satu tim (Zainal, Agung, Rully) membuat jalur direct, memanjat Carstensz Pyramid dan kelak jalur ini diberi nama Didiek Samsu. Satu tim lagi (Sapto, Hariyono, Cholik, dll) mendaki lewat rute normal. Tim pimpinan M. Fayez ini juga mendaki puncak-puncak lain di kawasan itu, sekaligus melakukan penelitian terhadap fungsi faal manusia di ketinggian, melibatkan unsur medis dari Jakarta.

Bulan Desember, Adi Seno dan Diah Bisono berusaha ke Mount Cook lewat jalur pendakian pertama. Tapi lantas memustuskan kembali setibanya di gletser.

———————————————————————————————————-
1994
Ekspedisi Mapala UI memanjat tebing-tebing di Trenggalek dan Pacitan.

———————————————————————————————————-
1995
Adi Seno bersama Patrick dan Baiba Morrow mendaki 21 gunung di atas ketinggian 3000 meter di Jepang. Mereka menyeberangi Pulau Honsyu dari Laut Jepang sampai Laut Pasifik sambil mendaki marathon.

———————————————————————————————————-
1996
Dua guide profesional, Scott Fischer dari San Francisco (AS) dan Rob Hall dari Selandia Baru tewas saat terjadi musibah di Everest. Jon Krakauer, anggota tim yang juga reporter Majalah Outside, menuliskan tragedi ini ke dalam buku yang lantas menjadi best seller, Into Thin Air, dan juga difilmkan.

Mapala UI sekali lagi menyatroni Trenggalek, Jawa Timur. Kali ini giliran Watu Lingga yang batuan andhesit-nya rapuh.

Para pemanjat di acara Temu Wicara dan Kenal Medan Mahasiswa Pencinta Alam Indonesia (TWKM) membuat beberapa jalur sport climbing di Tebing Lazila, Buton (Sulawesi Tenggara).

———————————————————————————————————-
1997
Clara Sumarwati membuat kontroversi dalam pendakiannya di Everest, puncak tertinggi di Pegunungan Himalaya. Banyak pihak yang meragukan kedua kakinya telah menjejak puncak tertinggi di dunia itu.

Pratu Asmujiono anggota pendaki dari Kopassus menjadi orang pertama Indonesia yang menjejakkan kakinya di puncak tertinggi Himalaya, Everest. Asmujiono berangkat bersama tim Ekpedisi Everest Indonesia yang merupakan gabungan anggota Kopassus dan pendaki sipil lainnya. Tiga pendaki Mapala UI terlibat dalam ekspedisi ini. Rudi Nurcahyo mendaki dari sisi selatan, Ripto Mulyono dari sisi utara, dan ada pula Adiseno.

Ekspedisi Putri Mapala UI merampungkan pemanjatan Bambapuang di Sulawesi Selatan. Anggotanya adalah Andi Purnomowati, Maya, Nadira, Dian, dan Ita.

———————————————————————————————————-
1999
Tebing Lawe di Banjarnegara (Jawa Tengah) dipanjat oleh Mapala UI.

———————————————————————————————————-
2002
Tebing Dolok Simarsolpa di Sumatera Utara dipanjat oleh beberapa anggota Mapala UI dan KOMPAS USU dalam sebuah Ekspedisi Gabungan. Simarsolpa berbatu andhesit setinggi 250 meter.

Anatoly Boukreev, seorang mountaineer berkebangsaan Rusia yang terkemuka di Himalaya, konsultan pada Ekspedisi Indonesia ke Everest pada tahun 1997, tewas tertimpa avalanche di Annapurna.

———————————————————————————————————-
2003
Ekspedisi Mapala UI memanjat tebing Gunung Krakatau di Selat Sunda. Sekitar tahun ini pula Mapala UI merintis jalur baru untuk mendaki puncak Gunung Raung (Jawa Timur) yang sesungguhnya. Di Jawa Barat, tebing Sela-Rumpang di Taman Nasional Gede Pangrango dijajal oleh beberapa pemanjat Mapala UI dengan izin khusus.

Ekspedisi Aranyacala Trisakti ke Mount Cook di Selandia Baru gagal pada percobaan pertama. Sembilan pendaki diselamatkan oleh SAR setempat.

———————————————————————————————————-
2004
Patrick Berhault meninggal jatuh di Dom, puncak tertinggi Swiss, dalam rangka memanjat semua tebing gunung 4000 meter di Alp. Rencananya selama tiga bulan dia manjat semua 4000 meter, dan jika berhasil di DOm itu berarti puncak yang ke-65!

Kejadiannya 29 April. Berhault pernah manjat di Indonesia bersama Corinne Labrun. Dia juga yang ikut membangunkan FPTGI, cikal bakal FPTI.


dikutip dari WWW.MAPALAUI.INFO

Read More..

Monday, 10 May 2010

Gambaran Umum Mengenai Toraja

Tana Toraja terletak di tengah-tengah pulau Sulawesi, salah satu pulau besar berbentuk bintang laut di antara Pulau Kalimantan (Borneo) dan Papua, Indonesia.

Geografis
Secara Geografis, Tana toraja berada pada 2° 40' LS
sampai 3° 25' LS dan 119° 30' BT sampai 120° 25' BT
Bukit, lembah, dan gunung batu mendominasi alam toraja yang ditumbuhi hutan dan persawahan. Mata air dari toraja mengalirkan banyak sungai-sungai ke daerah pesisir Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Iklim & Cuaca
Tana Toraja beriklim tropis. Musim hujan terjadi pada bulan Oktober - Maret sedangkan musim kemarau terjadi pada bulan April - September. Perubahan iklim dunia dan pengaruh pemanasan global sedikit mempengaruhi pola iklim di Tana Toraja dalam satu dekade terakhir, namun pola dan masa tanam padi yang hampir seluruhnya mengandalkan air hujan tetap belum berubah. Curah hujan tertinggi biasanya terjadi pada Desember hingga Januari.
Terdapat juga daerah yang hampir selalu terselimuti kabut sepanjang hari di perbatasan dengan daerah Teluk Bone.

Fauna & Flora
Anoa, babi rusa, dan burung maleo adalah binatang khas pulau sulawesi, namun hanya babi rusa dan anoa yang sempat dicatat pernah ditemukan di Toraja. Itupun saat ini sulit memastikan keberadaan satwa langka tersebut di wilayah Tana Toraja.
Orang toraja beternak babi, ayam kampung, dan kerbau dimana terdapat varietas kerbau belang (albino) yang hingga saat ini dipercaya hanya lahir dan besar di Tana Toraja. Burung elang, bangau, dan kakaktua juga pernah hidup bebas di Tana Toraja namun kini populasinya semakin terancam.
Sumber TorajaLand.com
Read More..